Kamis , November 10 2016
Home / Biografi / Willem Sigar Tasiam, Tua Tua Keladi makin Tua makin Menjadi

Willem Sigar Tasiam, Tua Tua Keladi makin Tua makin Menjadi

Willem Sigar Tasiam

Siapa tak kenal Willem Sigar Tasiam? Pria yang banyak muncul dalam berita seputar pendakian gunung. Ya, beliau ini akan menaklukkan 50 gunung dalam 40 hari yang terdengar mustahil. Namun, tidak demikian bagi Willem Sigar Tasiam, pelari maraton yang sebelumnya memecahkan rekor 40 gunung dalam 32 hari.

Willem Sigar Tasiam adalah anak tertua dari 5 bersaudara. Kedua orangtuanya, Arnold Tasiam dan Marie Katuk, adalah warga asli Manado. Memiliki ayah pegawai PT Pelni menjadikan Willem hidup berpindah, dari tempat lahirnya di Pontianak sampai Jakarta.

Pria kelahiran 22 Februari 1958 ini telah memecahkan beberapa rekor pendakian dengan berlari maraton. Pada 2004, Willem mendaki 14 gunung dalam 20 hari di Jawa, Bali, dan Sumbawa. Tahun berikutnya, masih dengan rute yang sama, Willem mendaki 20 gunung dalam 26 hari.

Dua tahun setelahnya, yakni pada 2007, Willem mendaki 23 gunung dalam 22 hari. Lanjut pada 2009, masih di Jawa-Bali-Sumbawa, Willem mendaki 24 gunung dalam 24 hari. Rekor terakhirnya adalah pada 2014, saat Willem berusia 56 tahun. Dia mendaki 40 gunung dalam 32 hari.

Kemudian, eksepdisi baru Pak Willem ini telah dimulai pada 26 April kemarin dengan titik awal dari Gunung Kelimutu, NTT, dan rencananya akan berakhir di Gunung Sibayak, Sumatera Utara pada 4 Juni. Selama ekspedisi ini, Willem dan tim akan melakukan perjalanan melintasi alam Nusa Tenggara, Bali, Pulau Jawa hingga mencapai wilayah utara Sumatera menggunakan 2 mobil tangguh Nissan yaitu Navara dan Xtrail sebagai mobil pendukung. Expedisi ini juga terselenggara atas kerjasama dengan berbagai pihak antara lain Eiger sebagai pendukung peralatan serta Pertamina Dex dan Pertamax Plus sebagai pilihan bahan bakar.

Gunung-gunung yang akan didaki oleh Pak Willem ini adalah merupakan gunung-gunung yang familiar. “Inerie (NTT) baru pertama. Gunung Batukau di Bali juga baru, di Lampung juga ada satu gunung baru. Selebihnya, hampir semuanya familiar,” ujarnya.

Gunung Slamet, misalnya, sudah didaki Willem lebih dari 70 kali. Hampir semua dari daftar 50 gunung pernah didakinya lebih dari 10 kali.

Dalam pemecahan rekor kali ini, gunung yang tantangannya paling berat bagi Willem adalah Inerie. Ini adalah kali pertama Willem mendaki gunung di Kabupaten Ngada, Flores, tersebut.

“Gunung Inerie kan jarang didaki. Kemarin saya mampir, pijakannya bahkan belum ada. Ini cukup menjadi tantangan, terutama saat turun,” papar Willem.

Salah satu rahasia Willem saat berlari mendaki gunung adalah perbekalan. Dia biasanya membawa kismis, pisang sale basah atau pisang biasa, cokelat, juga roti lapis (sandwich).

“Saya juga suka membawa selai kacang, bagus untuk tenaga. Biasanya sampai puncak saya buka tripod, foto-foto, sambil mengunyah sandwich, kemudian langsung turun lagi,” kisah pak Willem.

Bagaimana? Sudah merencanakan pendakian seperti pak Willem ini di umur senja nanti? Semua bisa, asal ada usaha :)

Info Blog pak Willem (post terakhir tahun 2015)

loading...

About kosongduadua

Suka naik-naik ke puncak gunung. Tinggi tinggi sekali. Masih penjelajah pemula. Jangan dibully. Drop anything to kosongduadua@pmtgadventure.com

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Couldn't connect to database server.Couldn't find database xjquery.An unexpected problem has occured with the application.
SELECT statscurl_id FROM `statscurl` WHERE statscurl_ip = ''; this is a cache: 0.00488