Sabtu , Desember 9 2017
Home / Flora & Fauna / Keanekaragaman Anggrek Gunung Andong
Habenaria multipartita
(Foto oleh : Ari Fendianto)
Habenaria multipartita (Foto oleh : Ari Fendianto)

Keanekaragaman Anggrek Gunung Andong

ANGGREK adalah tumbuhan famili Orchidaceae yang berciri khas memiliki bibir (labellum) dan memiliki umbi semu (pseudobulb) ini disukai banyak orang. Selain karena kecantikannya, bunga anggrek juga memiliki warna yang beragam dan aroma yang harum. Nah, Rublik Flora kali ini akan mengulas keanekaragaman anggrek Gunung Andong yang berhasil ditemukan jauh sebelum terjadi kebakaran parah tempo hari.

Gunung Andong merupakan salah satu gunung yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah–tepatnya pada koordinat 7°23′ LS 110°22′ BT. Gunung yang memiliki ketinggian 1755 meter dari permukaan laut (mdpl) ini mungkin tidak segagah Merapi atau Merbabu di sampingnya. Meski begitu, Andong menyimpan sejuta permata biodiversitas, khususnya dari jenis tumbuhan anggrek liarnya. Hasrat untuk mengungkap keanekaragaman jenis anggrek liar di Gunung Andong bermula ketika saya menemukan anggrek jenis Habenaria multipartita ketika mendaki gunung Andong bersama kawan-kawan. Saya nggumun (baca: heran) melihat banyaknya tumbuhan tersebut di puncak gunung. Sejak saat itulah saya dan kawan-kawan giat mendaki Gunung Andong demi berjumpa dengan chibi-chibi ini.

Keanekaragaman Anggrek Gunung Andong - Habenaria multipartita. Jumpa pertama dengan anggrek Gunung Andong.
Habenaria multipartita.
Jumpa pertama dengan anggrek Gunung Andong.

Menurut data World Conservation Monitoring Center (1995), anggrek di Indonesia termasuk tumbuhan yang memiliki ancaman kepunahan tertinggi yaitu sebanyak 203 jenis (39%) dibandingkan dengan jenis tumbuhan yang berstatus terancam lainnya. Keberadaan anggrek di gunung Andong juga cukup terancam. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan para pendaki maupun masyarakat mengenai keberadaan tanaman anggrek di sana. Kalau gak mati terinjak-injak, ya tewas ter-babat. Wajar sih.. karena anggrek yang dimaksud di sini yaitu anggrek liar yang hidupnya di tanah (terestrial). Sekilas mungkin tampak seperti rumput biasa, apalagi kalau belum keluar bunganya. Pernah suatu ketika saya dan kawan-kawan berjumpa dengan warga yang ngarit (baca: merumput) sampai ke puncak gunung, dan menemukan sebatang anggrek jenis Thelymitra javanica terbabat arit mereka. Bayangkan, sudah berapa batang anggrek yang terbabat bersama rumput-rumput tersebut? Lha wong merumput aja sampai puncak ki po ra sangar? (Geleng-geleng kepala).

Keanekaragaman Anggrek Gunung Andong - Habenaria loerzingii (Foto oleh : Ari fendianto)
Habenaria loerzingii ( Foto oleh : Ari fendianto)
Keanekaragaman Anggrek Gunung Andong - Herminium lanceum (Foto oleh : Ari fendianto)
Herminium lanceum (Foto oleh : Ari fendianto)

Terlepas dari segala kemirisan mengenai kelangsungan hidup Anggrek-Andong, setidaknya hingga saat ini sudah berhasil teridentifikasi 17 jenis anggrek terestrial yaitu Habenaria multipartita BI. ex Kraenzl., Habenaria loerzingii J.J. Sm., Appendicula alba BI., Herminium lanceum (Thun. ex Sw.) J. Vuyk., Microtis unifolia (Forst.f.) Rchb. F., Arundina graminifolia (D.Don.) Hochr., Spathoglottis plicata BI., Caladenia carnea R. Br., Thelymitra javanica BI., Calanthe ceciliae Rchb.f. in Gard. Chron., Cheirostylis javanica J.J. Sm, Malaxis kobi (J.J. Sm.) J.B. Comber., Paphiopedilum javanicum (Reinw. ex Lindl.) Pfitz., Zeuxine strateumatica (L.) Schltr., Peristylus monticola  (Ridl.) Seidenf., dan Corybas umbrosus J.Dransf. & J.B.Comber, serta 1 list terakhir yang berhasil ditemukan adalah Spiranthes sinensis (Pers.) Ames.

Keanekaragaman Anggrek Gunung Andong - Caladenia carnea (Foto oleh : Ari fendianto)
Caladenia carnea (Foto oleh : Ari fendianto)
Keanekaragaman Anggrek Gunung Andong - 9 Thelymitra javanica PU 02062013 Ari Fendianto
Thelymitra javanica (Foto oleh : Ari Fendianto)
Keanekaragaman Anggrek Gunung Andong - Calanthe ceciliae - Gn. Andong - AF 2014 - PMTG adventure
Calanthe ceciliae – White Form (Foto oleh : Ari Fendianto)

Anggrek tanah yang paling sering ditemui dan paling melimpah adalah Habenaria multipartita. Populasi terbanyak yaitu pada bulan Februari hingga Maret yang bisa mencapai ribuan individu lhoo…! Jenis Arundina graminifolia yang biasa disebut anggrek bambu juga tidak kalah banyaknya. Jenis yang paling sedikit ditemukan yaitu Cheirostylis javanica, Paphiopedilum javanicum atau anggrek kantung, Zeuxine strateumatica dan Spiranthes sinensis yang masing-masing hanya ditemuka 1 individu. Dan yang paling istimewa adalah ditemukannya anggrek Cheirostylis javanica, yang menurut bukunya Comber, Orchids of Java, termasuk spesies anggrek tanah endemik Jawa. Woooww!! Terkejut, senang, sekaligus merasa sangat beruntung bisa menemukan jenis anggrek tanah endemik Jawa di Gunung Andong.

Keanekaragaman Anggrek Gunung Andong - Zeuxine strateumatica - Gn. Andong - Ari Fendianto - PMTGa adventure
Zeuxine strateumatica (Foto oleh : Ari Fendianto)
Keanekaragaman Anggrek Gunung Andong - 18 Spiranthes sinensis_Gn.Andong_Ita Rosita Istikomah_PMTG adventure
Spiranthes sinensis (Foto oleh : Ita Rosita Istikomah)
Keanekaragaman Anggrek Gunung Andong - 16 Peristylus monticola
Peristylus monticola (Foto oleh : Ari Fendianto)

Anggrek liar gunung Andong merupakan kekayaan biodiversitas yang belum sepenuhnya terungkap. Sungguh…saya merasa sangat beruntung diberikan kesempatan oleh Allah swt untuk mengenalnya. Berawal dari ketidaksengajaan, hingga saat ini saya dan kawan-kawan yang lain terus berusaha mencintai dan menjaga kelestarian hidup permata gunung Andong ini. Ya..meskipun hanya lewat tulisan dan jeprat-jepret saja, tapi semoga langkah kecil ini dapat merekam keberadaannya sebelum benar-benar menghilang. Mari cintai dan lindungi Anggrek Liar Nusantara! —

Keanekaragaman Anggrek Gunung Andong - Corybas umbrosus - Gn.Andong - AF - Orchids of Indonesia 4 1 Maret
Corybas umbrosus (Foto oleh : Ari Fendianto)
Keanekaragaman Anggrek Gunung Andong - Paphiopedilum javanicum - Ari Fendianto
Paphiopedilum javanicum (Foto oleh : Ari Fendianto)

*Tulisan ini pernah dimuat di Majalah RIMBA Vol. 03 Jan-Mar 2014 yang diterbitkan Biolaska (Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga), dan hasil penelitian skripsinya ini  dimuat dalam Jurnal Kaunia Vol. X No. 1, April 2014 (Jurnal Sains dan Teknologi yang diterbitkan Fakultas sains dan Teknologi UIN Sunan kalijaga Yogyakarta)

>>DOWNLOAD JURNAL<<

*Editor : Wizzarotul Haqqoniyah & Ari Fendianto

loading...

About Rosita

Check Also

Taman Nasional Sumatera: Peta persebaran. Sumber: http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_sumatera.htm

50 Taman Nasional di Indonesia : Sumatera

Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

this is a cache: 0.0035