Senin , Januari 2 2017
Home / Tips & Trik / Cara dan Etika BAB saat Mendaki Gunung

Cara dan Etika BAB saat Mendaki Gunung

ilustrasi toilet. Cara dan Etika BAB saat mendaki gunung

Mungkin ada yang masih bingung bagaimana cara BAB saat mendaki gunung. Atau malah sudah sering mendaki gunung, tapi belum tau caranya?

Bagi orang yang sudah biasa ngebomm tiap pagi, pastinya sudah siap-siap peralatan perang ketika menjelang pagi saat mendaki gunung. Ada juga yang random, ada juga yang BAB ketika grogi, atau malah pas waktunya muncak.

Terlepas dari kapan biasanya situ BAB, yang penting sudah tau caranya. Bisa diimprovisasi, tapi tetap menjunjung tinggi hakikat “Leave No Trace” atau jangan tinggalkan apapun kecuali jejak.

Pertama-tama, tak lupa siapkan dulu alat perang yang dibutuhkan. Bisa disubstitusi menggunakan barang lain yang sejenis. Sekop, Tisu (Bisa tisu basah atau tisu kering/toilet), dan/atau air. Kalau persediaan airnya mepet, ya gausah pakai air. Jika ga punya sekop, bisa cari batang kayu atau mau barang sejenis yang bisa digunakan untuk menggali. Jika ndak punya tisu (mosok sih?) bisa pake dedaunan atau nanti sehabis perang bisa ndlosor ndlosor dulu di rerumputan.

Perlengkapan BAB saat mendaki gunung
Perlengkapan BAB saat mendaki gunung

Kedua adalah masalah tempat. Carilah tempat yang jauh dari camp site, dari sumber air dan jauh dari jalur pendakian. Ini termasuk etika. Sebenarnya kalian boleh2 aja BAB disitu. Tapi, tetap harus menghargai orang lain dan alam.

Demi kenyamanan saat ber-BAB, hendaknya pilih tempat yang agak jauh dari tempat mendirikan tenda dan dari jalur pendakian. Selain jauh, tetap observasi tempat yang kamu gunain biar tetap aman dan tentram ketika pup. Gimana rasanya ketika sedang di rpm tinggi, kemudian ada orang lewat, hahaaa…

Ketiga adalah membuat toilet buatan, menggunakan peralatan peralatan yang telah disiapkan tadi. Gali lubang, menggunakan sekop atau barang sejenis. Usahakan menggali agak dalam, dan agak lebar. Tapi, tergantung spesifikasimu.

Keempat adalah acara inti. Silakan berhajat sepuas-puasnya, sebanyak-banyaknya, sekeras-kerasnya. Hehee..Jangan menyelesaikannya pakai tisu. Kalau sudah, tutup lubang yang sudah membantumu untuk berhajat tadi. Ada yang bilang, menimbun tisu dengan pupmu juga termasuk Leave No Trace, tapi jika membawa turun tisu yang digunakan tadi, lebih baik.

ilustrasi tisu toilet
ilustrasi tisu toilet

Oke, cara diatas adalah ketika kamu mendaki di gunung yang memiliki tanah yang bisa digali, atau banyak ruang untuk melakukan aksi. Bagaimana kalau kamu berada di gunung dengan tanah yang susah digali? Misalnya ada di Pasar Bubrahnya gunung Merapi, seingatku disana masih atos. Nancepin pasak aja kadang-kadang susah.

Kalau begitu, yang kamu butuhkan adalah Tas WAG (Waste Alleviation and Gelling). Ini termasuk tas limbah biodegradable sarat dengan Poo Powder, kertas toilet dan pembersih tangan. “The Poo Powder” bekerja dengan gelling limbah lebih likuid, mengurai limbah padatan dan mengendalikan bau.

Kalau pakai tas ini, kamu ga perlu jauh jauh cari tempat. Atau bisa dilakukan di luar tenda, tapi masih didalam flysheet. Tempat berlindung bisa untuk membuang hajat. Hehee…yang penting, nanti dibawa turun dan dibuang pada tempatnya.

Kalau di Jojga, sepertinya belum pernah menemukan toko yang jualan tas ini. Atau nanti lah kapan-kapan buat cerita tentang membuat tas WAG sendiri.

Baca Juga: Tempat Berlindung Pendaki Gunung

Bagaimana? Apakah cara-cara diatas sudah menjawab banyak pertanyaanmu ketika mendaki gunung? Atau anda memiliki pengalaman dan cara terbaru untuk melakukan BAB saat mendaki gunung? Share disini :)

loading...

About kosongduadua

Suka naik-naik ke puncak gunung. Tinggi tinggi sekali. Masih penjelajah pemula. Jangan dibully. Drop anything to kosongduadua@pmtgadventure.com

Check Also

pendakian dengan anak

Pendakian dengan Anak-anak, Sulitkah?

Banyak orang bilang melakukan pendakian anak merupakan hal sulit. Tak jarang pula orang bilang kalau …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

this is a cache: 0.00707